Pages

Monday, 3 June 2013

Malam minggu



oleh Rama Hasan

Alunan alam bersenandung merdu.
Dengan senang hati aku mengapel mu.
Malam ini malam minggu.
Ku tuliskan syair cinta untukmu.
Sebagai pelengkap rasa hati yang menggebu.
Ku lepaskan gairah.
Bersama kumpulan-kumpulan mega yang melayang.
Ku terbawa suasana indah bersamamu

Banda Aceh, 1 Juni 2013 pukul 19:45

Bersama mentari!



Oleh Rama Hasan

Diam..
Hening dalam keributan ibokata.
Bersama panasnya mentari.
Ku melangkahkan kaki.
Menuju tempat suci.
Secuil harapan keluar dari peluh yang membasah.
Berharap ada belas kasihan yang datang.
Tak ragu, mereka membacakan doa atau shalawat untuk nabi saw
Mengais rejeki untuk makan satu hari.

Tungkop, 1 Juni 2013 pukul 14:07

Curhatan Rindumu



oleh Rama Hasan

Curhatan rindu mengaung di telinga.
Satu ucapan menjadi kesalahan besar.
Aku mendengar curhatan rindumu padanya.
Di saksikan oleh jangkrik-jangkrit yang malam.
Dengan semilir angin yang menusuk.
Bersama Malam yang kian pekat. Gelap.
Bintang berkibar-kibar memacarkan cahaya na.
Aku tahu kau rindu padanya.
Rindu mu tertahan dihati.
Kau mencoba mengantarnya melalui angin malam ini.
Berharap rindu itu akan tiba padanya melalui nafas-nafas rindu yang di masih diberikan oleh Ilahi Rabb.

Tungkop, 1 juni 2013 (00:47 WIB)

Monday, 27 May 2013

Tunggu Aku Di Ujung Jalan

Oleh : Rama Hasan


Tunggu aku…
Aku akan berlari menuju arahmu
Jangan lelah untuk menungguku
Aku butuh cinta untuk menguatkan ku disini
Meski pun ku tahu cinta itu abstrak tak berbentuk
Ku yakin di ujung jalan sana ada cinta untukku
Tunggu aku di ujung jalan
Cinta yang akan menemani hari-hari yang layu
Tak tahu kapan aku akanbisa menyebrangi jalan ini
Terlalu banyak kendaraan yang melewati jalan ini
Tunggu aku di ujung jalan
Jangan lelah menungguku
Aku akan datang menemuimu
Jangan lelah untuk menungguku
Karena ku yakin kaulah bagian yang hilang dari hidupku

Friday, 10 May 2013

Rasa



Ku coba rangkai kata dengan pena ini. Berharap kau akan membacanya, ini hanya kisah klasik, yang terjad setiap saat
Saat cinta benar-benar datang menghampiriku. Rasa ini mungkin anugerah, anugerah itu datang padaku sejak 3 tahun lalu, ketika pertama kali kita bertemu. Bibir manyun itu, buat aku tersenyum setiap kali kau melakukannya, ketika kau merasa kesal pada seseorang. Lucu, aku sedikit tertawa ketika melihat itu.

Rasa ni tumbuh begitu saja dengan perlahan, dan aku tak pernah meminta izin kepadamu.  Aku hanya berharap kau akan mengetahuinya, meski aku tak pernah membeitahumu. Rasa ini kusimpan rapat-rapat. Meski kadang kala, aku dianggap orang yang bodoh oleh sahabat yang mendengar ceritaku ini. Aneh, bibir ini selalu terasa kelu untuk sekedar mengatakan bahwa aku suka pada mu. Ah biarkan saja, kalau jodoh memang tidak kemana, hanya istilah itu yang selalu ku ingat. Semoga kita berjodoh suatu hari nanti.